Upaya Pemerintah Desa Memanfaatkan Pertanian – Saluran Irigasi untuk pemerataan Pengairan

Memasuki Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, tidak jarang dijumpai kawasan persawahan. Bagaimana tidak, sesuai dengan mayoritas profesi warga Desa Titik bergelut dengan pertanian. Hal inilah yang menjadi latar belakang kesepakatan antar warga dengan Didik Triono selaku kepala Desa Titik.

“Lahan pertanian luas, tapi kondisi lingkungan kami cenderung kekurangan air,” tegasnya . Juga ia ungkapkan bila akhirnya ia dan warganya melakukan rundingan untuk pengadaan saluran irigasi. “Otomatis kita bahas juga sampai ke Musyawarah Desa (Musdes). Karna kebutuhan bersama,” ujar laki-laki yang juga suka mendaki gunung ini. “Masalahnya, kalau hujan air melimpah. Tapi ngrembes ke tanah.Kan sia-sia,” terangnya sambil mengerutkan dahi. Ia juga menjelaskan bila tidak ingin mengelami hal tersebut terus menerus disaat warganya membutuhkan pengairan yang cukup untuk lahan pertanian.

Punya ikan Koi? Simak nih Cara Menghindari Ikan Koi Mati Mendadak

Dunia pertanian memang tidak bisa lepas dari kebutuhan pengairan yang mencukupi, hal tersebut dibenarkan oleh Didik. “Ada lahan tidak ada air, itu masalah. Ada lahan ada air, tapi tidak ngalir. Itu juga salah,” ujarnya sambil menunjukan lahan-lahan pertanian Desa Titik. Proyek yang selesai bulan Oktober 2017 ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersamaan dengan sebagian warga dengan sistim padat karya. “Karna masih ada warga yang nganggur. Ya itu yang kita manfaatkan untuk ikut membangun,” ujarnya.

Adanya sistem padat karya yang melibatkan perangkat desa hingga warga ini dilakukan Didik untuk memnfaatkan tenaga asli milik warga setempat serta tepat sasaran. “Pembangunannya dirancang liter U berkelok-kelok. Karna kita juga belah lahan. Menyesuaiakan aliran air,” terang Didik. Ia juga menjelaskan bila pembangunan saluran irigasi yang menggunakan Dana Desa (DD) ini dibangun sepanjang 950 meter.

Lokasi saluran irigasi ini sendiri terletak di area blok persawahan Desa Titik. Dari pembangunan saluran irigasi ini, Didik mengaku warga menyambutnya dengan positirf. Pasalnya, lahan mereka menjadi lebih subur karna mendapatkan pengairan yang cukup. “Coba sampeyan lihat sawahnya,tanamnnya. Apa ada yang kering?,” tanya Didik. Ia mengisyaratkan bila lahan persawahan desanya saat ini mengelami perubahan setelah pendirian saluran irigasi.

Dari sisi kendala, Ddiik mengaku hanya dari sisi cuaca. “Hujan terus itu. Tapi syukur ndak merusak deadline pembangunan,” pungkasnya sambil tersenyum. (c2)

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>